Lantang

Ada beberapa orang yang dengan lantang menyuarakan kebenaran, walaupun sadar ada konsekuensi yang telah menanti. Tidak mengindahkan apa yang akan terjadi pada nasibnya kelak. Benar adalah benar dan tak dapat diintervensi oleh kepentingan apapun, kebenaran bersifat mutlak. Keberanian mereka entah didasari oleh desakan keadaan atau memang sifat dasar mereka adalah menjadi seorang pemberontak kebobrokan. Apa yang terjadi jika pada masanya mereka berpangku tangan ? Apakah akan ada revolusi ? Apakah akan ada reformasi ? Akankah ada pembaharuan dalam sejarah panjang kita ?

Tak ada yang tau, yang pasti suara mereka telah merubah sebuah kondisi lama menjadi sebuah kondisi baru bagaimanapun hasilnya. Mereka yang berani lantang berbicara menyuarakan hal-hal yang berbeda namun tetap dalam satu irama. Keadilan, sistem yang bobrok, dan kesalahan yang berkelanjutan. Irama tetap yang hampir selalu menjadi lagu dalam setiap masa pemerintahan berkuasa. Lagu lama. Apakah sekarang dengan melihat semua dampak yang terjadi pada bangsa dan negara kini kita harus berterima kasih pada mereka yang lantang ? Kalau menurut saya ya, mengapa ? Karena lantangnya mereka adalah sebuah gebrakan dalam proses panjang menuju kondisi yang ideal. Mereka datang mungkin bukan untuk dikenal namun mereka datang untuk meninggalkan kenangan dalam bentuk perubahan. Jadilah lantang dan terus suarakan kebenaran, lakukan perubahan dimulai dari kesadaran pada diri kita. Jangan sampai lantang kita salah arah karena didasari nafsu kepentingan. Salam asanka.

3 thoughts on “Lantang”

  1. Halo, Asanka. Senang dapat menemukan beragam rancuanmu.
    Secara garis besar, aku setuju dengan pendapatmu.
    Tapi, aku agak terganggu dengan kalimat ‘Benar adalah benar dan tak dapat diintervensi oleh kepentingan apapun, kebenaran bersifat mutlak.’ milikmu itu.
    Benarkah itu? Pembenaran dan kesalahan macam apa yang tak dapat diintervensi oleh apa pun? Banyak. Tentu. Terlepas dari itu, terlepas dari pertikaian politik yang benar-benar memuakkan, bukankah kata ‘benar’ sifatnya relatif? Tidak semua hal dapat dilihat dari paradigma yang sama bukan?
    Asanka, menurutku, semua orang memiliki definisi ‘benar’nya masing-masing sesuai dengan apa yang diperbincangkan.
    Terima kasih…
    dan teruslah menulis.

  2. Long time supporter, and thought I’d drop a comment.

    Your wordpress site is very sleek – hope you don’t mind me asking what theme you’re using?

    (and don’t mind if I steal it? :P)

    I just launched my site –also built in wordpress like yours– but
    the theme slows (!) the site down quite a bit.

    In case you have a minute, you can find it by searching for “royal cbd” on Google (would appreciate any feedback)
    – it’s still in the works.

    Keep up the good work– and hope you all take care of yourself during the coronavirus scare!

  3. I am curious to find out what blog system you
    have been using? I’m having some small security issues with my latest blog
    and I’d like to find something more secure. Do you have any suggestions?

    P.S. If you have a minute, would love your feedback on my new website re-design. You can find it by searching for “royal cbd” – no sweat if
    you can’t.

    Keep up the good work!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *