Kenapa Pilih DPP?

Halo teman-teman!

Kali ini blog Pena Asanka punya segmen baru, nama segmennya adalah “Tugas Kuliah”. Jadi sekarang saya baru saja menginjak bangku perkuliahan, saya kuliah di UGM jurusan politik dan pemerintahan. Kuliah di jurusan ini mengharuskan saya untuk sering menulis. Menurut saya mubazir kalau tulisan saya tidak diunggah di blog ini. Jadi saya putuskan untuk membuat segmen baru.

Tugas kali ini datang dari mata kuliah pengantar studi pemerintahan. Dalam tugas ini saya diberi tiga pertanyaan yang harus saya jawab melalui esai. Ini dia pertanyaanya :

1. Apa yang Anda ketahui tentang studi pemerintahan?
2. Kenapa memilih DPP?
3. Apa minat utama pada studi politik pemerintahan?
Dan ini jawaban saya
Selama ini saya mencoba menghimpun informasi melalui berbagai macam media. Sekarang setelah informasi itu terkumpul, saya mempunyai definisi sementara tentang apa itu pemerintahan. Pemerintahan menurut saya adalah sebuah alat yang digunakan oleh pihak yang mempunyai kewenangan, dalam hal ini negara, untuk menunaikan kewajiban serta mendapatkan haknya. Sementara itu, ilmu pemerintahan menurut saya ialah ilmu yang mempelajari serba-serbi alat tersebut. Tentu saja definisi saya tentang pemerintahan akan sangat mungkin berubah sejalan dengan proses pembelajaran dan pengalaman yang akan saya dapatkan.

Semenjak duduk di sekolah dasar saya sering membaca surat kabar. Sebenarnya membaca surat kabar pada awalnya memang bukanlah ketertarikan saya, tetapi karena bapak berlangganan surat kabar Jawa Pos yang selalu tiba di teras rumah saat pagi hari perlahan saya mulai tertarik untuk membaca surat kabar. Mula-mula saya membaca berita yang ringan dan bersifat menghibur, namun lama kelamaan saya menjadi tertarik untuk membaca berita yang lebih berat.

Headline koran yang menurut saya menarik, sukses membuat saya menjadi gemar membaca koran secara lebih utuh. Berita tentang pilkada, pemilu, penyelewengan dana, pembangunan, kemiskinan, bencana alam, dan masih banyak lagi berita yang pada akhirnya membuat diri saya bertanya. Apakah permasalahan di kehidupan memang tidak akan pernah habis? Kemudian saya menjadi tertarik dengan isu-isu sosial yang ada dan setelah itu saya meyakini bahwa ada sebuah sistem yang seharusnya dapat menjadi solusi untuk permasalahan-permasalahan yang ada. Yang saya yakini adalah bila politik dapat berjalan secara sehat maka permasalahan akan lebih mudah untuk diatasi.

Ketika duduk di kelas dua SMP saya memutuskan untuk masuk jurusan IPS saat nanti menginjak bangku SMA. Hal ini benar-benar saya lakukan meski pada awalnya banyak yang memandang sebelah mata keputusan saya, namun saya meyakini apa yang saya cari ada di jurusan IPS. Selama berada di SMA saya merasa sangat senang dengan pelajaran-pelajaran yang ada, saya juga cukup aktif mengikuti lomba-lomba berbau sosial.

Ketika di SMA ini pula saya mengenal dunia jurnalistik, saya sempat diamanahi menjadi ketua ektrakurikuler jurnalistik SMA saya dan juga menjadi ketua sebuah komunitas jurnalistik yang berisikan gabungan ektrakurikuler jurnalistik SMA yang ada di Kota Madiun. 

Semua pengalaman itu menjadikan saya semakin tertarik dengan permasalahan sosial yang ada. Melalui proses akademik saya selama SMA, saya juga menjadi yakin bahwa politik adalah jalan untuk merangkum dan menyalurkan minat saya. Setiap orang berhak memiliki pendapat yang berbeda , namun menurut saya muara dari pelajaran-pelajaran IPS yang saya dapatkan selama SMA ialah jurusan politik.

Saya selalu senang berada di Jogja, mungkin karena kultur budaya daerah saya tidak terlalu berbeda dengan Jogja saya menjadi mudah mencintai Jogja. Lagu “Sesuatu di Jogja” karya Adhitia Sofyan memang benar adanya. Saya juga melihat Jogja sebagai tempat yang baik untuk berproses, terutama di kampus impian saya, UGM. Dengan segala pertimbangan yang ada saya sangat ingin berkuliah di UGM jurusan politik dan pemerintahan. Alhamdulillah keinginan saya bisa terwujud.

Setelah mengikuti kelas minggu pertama pengantar studi pemerintahan dan mendapat penjelasan tentang peminatan yang akan dipelajari ke depannya, saya menjadi tertarik dengan studi negara dan masyarakat. Menurut saya dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Negara membutuhkan masyarakat dan masyarakat membutuhkan negara, hal ini menjadi menarik untuk didalami kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *