Gagasan Harus Diperjuangkan

Gagasan harus diperjuangkan, bukan hanya sekedar mengambang dan akhirnya hilang, diperjuangkan hingga menuju titik terang, hingga menjadi penerang, bermanfaat untuk setiap insan. Walau tak mungkin juga membuat senang semua orang. Walau terkadang dalam perjalanan halangan dan rintangan selalu datang, namun anggap semua itu sebagai tantangan, yang menjadikan dirimu lebih kuat, lebih tegap, lebih siap untuk kembali berjalan. Dalam perjalanan sering kali kita tergoda untuk diam, untuk beralih ke lain tujuan, namun selalu ingat niat awal, segeralah kembali, segeralah sadar. Dalam perjalanan kita akan bertemu sesuatu yang baru, mungkin kawan baru, mungkin suasana baru, mungkin emosi yang belum pernah kau rasakan. Keluarlah dari zona nyaman, cepatlah beradaptasi. Mungkin sesekali kau rindu dengan nyamanmu, rindu dengan amanmu. Namun renungkan, semua dapat kembali kau ciptakan, nyamanmu serta amanmu. Tinggal kembali berjuang. Kuatkan dirimu, perbanyak doamu, lakukan yang terbaik. Bertahanlah, kamu bisa.

Laku

Banyak impian yang dibuang
Banyak sesal yang dipendam
Banyak keinginan yang ditendang
Bahkan yang dilakukan hanya diam
Tak lagi berbincang tentang mimpi
Tak lagi mengingat kemana ingin pergi
Terpaku pada laku manusia berdasi
Sungguh ironi nasib manusia ini
Membuang mimpinya untuk sebutir nasi
Dengan menanam diri pada gedung tinggi
Yang dia ketahui tak dapat terbang lebih lagi
Bahkan sampai nanti ketika mati telah menanti

Jangan begitu teman
Sadarlah dunia masih luas
Semesta masih terhampar
Impian haruslah kau kejar
Jangan digantung bak jemuran
Terkontang-kanting menanti hilang
Hingga kau sadar waktumu tinggal angan
Kembali tak akan mungkin
Harapan jadi terpendam
Dan hanya air mata yang keluar, sesal tak karuan

Hauslah, Laparlah.

Tidak semua penjajah ialah jahat dan tak pula semua pribumi ialah baik, itu adalah ketetapan, sebuah hakikat dalam perjalanan panjang perjuangan, hal lumrah dalam peperangan. Tak semestinya kita mengutuk semua penjajah dalam satu payung bernama bandit, tak seyogianya pula kita memuji semua pendahulu kita dalam satu atap bernama pahlawan. Hati manusia tak selurus itu, tak selalu searah dengan nafsu, tak selalu selaras dengan darah. Hati manusia menilai lebih daripada inderanya, daripada apa yang ia sendiri ketahui. Hati kita adalah perwujudan Tuhan dalam kehidupan, yang terkadang manusianya sendiri tak bisa menyadarinya, ia telah termakan nafsunya, tertelan egonya. Ketahuilah ketulusan hati dapat membuat manusia melawan pikirnya, melawan keraguannya, dan pada akhirnya ia melakukan apa yang dinamai kebenaran, kemurnian. Seperti pada masa lalu dimana tak semua penjajah bungkam, dan tak semua pendahulu kita terdiam. Tak semua penjajah menghalangi kemerdekaan dan tak semua pendahulu kita mengharapkan kemerdekaan. Oleh karenanya, janganlah mengharap apa yang kita ketahui tak perlu lagi kita selami. Teruslah haus untuk mendapatkan ilmu, teruslah lapar untuk menjadi tahu. Salam Asanka…

Coba Cek

Jangan buru-buru….

Menghakimi tanpa memahami, tak salah memang kita menyuarakan agar pelaku kejahatan dihukum dengan seharusnya. Namun apakah yang kalian bela mati-matian itu sudah benar-benar kalian pahami seluk beluk masalahnya ? Apa kalian hanya ingin mengikuti tren yang ada dengan cara ikut-ikutan apa yang banyak orang lakukan ?

Jujur saya tipe orang yang skeptis ketika melihat permasalahan baru yang ada. Yang memang harus dibela mari kita bela, yang salah ayo kita ikut mendorong pihak berwajib melakulan tugasnya. Itu benar. Tapi apakah hanya bersuara tanpa tahu benar apa tidak yang disuarakan itu menjadi hal yang dapat dibenarkan ? Menurut saya tidak. Ketika ada berita yang menjadi tren kita jangan langsung ikut-ikutan berpartisipasi didalamnya, entah itu menyebarkan berita maupun tanda tangan petisi dan lain-lain. Jangan sampai kita latah terhadap informasi baru yang kita terima. Mari kita berpikir kritis dan analitis, jangan langsung mengambil kesimpulan apalagi didasari emosi. Lihatlah dari berbagai kemungkinan dan sudut pandang, urai permasalahan dan coba cari informasi yang benar, ingat sekarang hoax sangat mudah dibuat dan disebar (ingat kasus Ratna Sarumpaet ? Atau mungkin Setnov ?), cobalah untuk meragukan berita yang ada, kalau memang sudah ada bukti yang memadai dan memang apa yang terjadi adalah kebenaran maka tak salah jika kita menyuarakan apa yang kita anggap benar.

Coba Cek

Minat masyarakat Indonesia untuk lebih mendalami latar belakang suatu peristiwa dengan berdasar data memang masih kurang. Kurangnya minat ini juga berkorelasi dengan kurangnya minat pada literasi, pada akhirnya jaring informasi yang sangat diperlukan pada zaman seperti sekarang ini untuk dapat memilah dan memilih informasi yang kredibel menjadi bias fungsinya. Kurangnya minat untuk literasi ini menurut saya yang menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat di Indonesia cenderung mudah diprovokasi.

Kita harus mengingat bahaya akan mobilisasi banyak orang jika diarahkan untuk sesuatu yang bersifat destruktif. Maka dari itu sebagai bentuk awal tindakan pencegahan mari kita mencoba untuk selalu mengecek keaslian berita yang kita temukan di media online dan tidak membuat provokasi dalam bentuk penyebaran berita yang tidak kredibel. Jangan sampai kita menghakimi tanpa memahami. Mungkin setelah ini saya akan menulis opini yang lebih berdasar bukan hanya rancuan seperti pada pos ini. Tunggu saja pada pos-pos berikutnya. Silahkan dikomentari, mari berbagi pemikiran. Salam asanka.

Terima, cek, suarakan.

Lantang

Ada beberapa orang yang dengan lantang menyuarakan kebenaran, walaupun sadar ada konsekuensi yang telah menanti. Tidak mengindahkan apa yang akan terjadi pada nasibnya kelak. Benar adalah benar dan tak dapat diintervensi oleh kepentingan apapun, kebenaran bersifat mutlak. Keberanian mereka entah didasari oleh desakan keadaan atau memang sifat dasar mereka adalah menjadi seorang pemberontak kebobrokan. Apa yang terjadi jika pada masanya mereka berpangku tangan ? Apakah akan ada revolusi ? Apakah akan ada reformasi ? Akankah ada pembaharuan dalam sejarah panjang kita ?

Tak ada yang tau, yang pasti suara mereka telah merubah sebuah kondisi lama menjadi sebuah kondisi baru bagaimanapun hasilnya. Mereka yang berani lantang berbicara menyuarakan hal-hal yang berbeda namun tetap dalam satu irama. Keadilan, sistem yang bobrok, dan kesalahan yang berkelanjutan. Irama tetap yang hampir selalu menjadi lagu dalam setiap masa pemerintahan berkuasa. Lagu lama. Apakah sekarang dengan melihat semua dampak yang terjadi pada bangsa dan negara kini kita harus berterima kasih pada mereka yang lantang ? Kalau menurut saya ya, mengapa ? Karena lantangnya mereka adalah sebuah gebrakan dalam proses panjang menuju kondisi yang ideal. Mereka datang mungkin bukan untuk dikenal namun mereka datang untuk meninggalkan kenangan dalam bentuk perubahan. Jadilah lantang dan terus suarakan kebenaran, lakukan perubahan dimulai dari kesadaran pada diri kita. Jangan sampai lantang kita salah arah karena didasari nafsu kepentingan. Salam asanka.