Laku

Banyak impian yang dibuang
Banyak sesal yang dipendam
Banyak keinginan yang ditendang
Bahkan yang dilakukan hanya diam
Tak lagi berbincang tentang mimpi
Tak lagi mengingat kemana ingin pergi
Terpaku pada laku manusia berdasi
Sungguh ironi nasib manusia ini
Membuang mimpinya untuk sebutir nasi
Dengan menanam diri pada gedung tinggi
Yang dia ketahui tak dapat terbang lebih lagi
Bahkan sampai nanti ketika mati telah menanti

Jangan begitu teman
Sadarlah dunia masih luas
Semesta masih terhampar
Impian haruslah kau kejar
Jangan digantung bak jemuran
Terkontang-kanting menanti hilang
Hingga kau sadar waktumu tinggal angan
Kembali tak akan mungkin
Harapan jadi terpendam
Dan hanya air mata yang keluar, sesal tak karuan

Bukan Gagal

Bukan Gagal

Salam Asanka…

Halo para pembaca, pada pos pertama blog Pena Asanka ini mari kita diskusikan mengenai makna kegagalan. Pertama saya akan menyampaikan pendapat saya mengenai kegagalan.

      Menurut saya kegagalan merupakan salah satu kunci keberhasilan. Sebuah kegagalan dapat membuat kita merefleksi diri kita, kita menjadi lebih mawas diri. Apa yang sebelumnya sudah kita anggap maksimal bisa menjadi hanya minimal, apa yang kita anggap benar bisa menjadi salah, kita menjadi lebih haus untuk memperbaiki diri kita. Minat kita pada suatu hal terkadang lebih terpacu akibat kegagalan, namun tidak semua orang menanggapinya seperti itu, banyak orang malah mengganggap kegagalan sebagai sebuah jalan buntu dari perjuangan. Dan mungkin itu benar.

      Kegagalan menurut saya dibagi menjadi 2. Pertama adalah kegagalan dari sesuatu yang telah diusahakan, kedua adalah kegagalan dari sesuatu yang memang dibiarkan. Jika kegagalan jenis pertama yang kita alami maka bersyukurlah. Pasti kegagalan ini memberikan banyak manfaat bagi diri kita. Namun jika kegagalan jenis kedua yang kita alami maka menyesallah karena kegagalan ini tidak membawa manfaat yang berarti bagi diri kita. Artinya apa ? Kenapa banyak orang merasa kegagalan malah menjadi jalan buntu ? Itu karena mereka mengalami kegagalan jenis kedua, banyak orang mengalami kegagalan karena memang tidak ada usaha untuk tidak gagal, sebuah bentuk kepasrahan yang berkelanjutan.

      Kegagalan yang berasal dari sesuatu yang kita usahakan pasti memberikan pengalaman agar kedepannya kegagalan itu tidak terulang, dan kita mempunyai kesadaran untuk merubah kesedihan dari kegagalan tersebut menjadi sebuah semangat untuk menuju keberhasilan. Oleh karena itu perlu kesadaran bagi kita untuk mempunyai sikap yang ikhlas pada kegagalan. Ikhlas disini bukan pasrah, namun sebuah usaha untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik, agar kegagalan yang sama tidak terulang kembali.

Jadi menurut kalian apa itu makna kegagalan ? Apakah ada yang sependapat dengan pendapat saya ? Ataukah ada yang mempunyai gagasan lain ? Mari kita diskusikan bersama di kolom komentar, jangan takut bersuara karena kekuatan kita sebagai manusia adalah menalar dan menyampaikan gagasan. Lanjutkan membaca “Bukan Gagal”