Laku

Banyak impian yang dibuang
Banyak sesal yang dipendam
Banyak keinginan yang ditendang
Bahkan yang dilakukan hanya diam
Tak lagi berbincang tentang mimpi
Tak lagi mengingat kemana ingin pergi
Terpaku pada laku manusia berdasi
Sungguh ironi nasib manusia ini
Membuang mimpinya untuk sebutir nasi
Dengan menanam diri pada gedung tinggi
Yang dia ketahui tak dapat terbang lebih lagi
Bahkan sampai nanti ketika mati telah menanti

Jangan begitu teman
Sadarlah dunia masih luas
Semesta masih terhampar
Impian haruslah kau kejar
Jangan digantung bak jemuran
Terkontang-kanting menanti hilang
Hingga kau sadar waktumu tinggal angan
Kembali tak akan mungkin
Harapan jadi terpendam
Dan hanya air mata yang keluar, sesal tak karuan