Mengapa Harus KKN ?

KKN ? STOP !

Salam Asanka…

Halo para pembaca pada kesempatan kali ini saya akan mengutarakan opini tentang keresahan saya terhadap kebiasaan pelajar Indonesia, apa itu ? Ya, mencontek. Namun sebelum masuk ke topik mencontek saya terlebih dahulu akan mencoba menulis tentang KKN.

KKN

Apa itu KKN ? KKN adalah singkatan dari kolusi, korupsi, dan nepotisme. Kalau pengen tau apa arti kolusi, korupsi, dan nepotisme search aja ya, di google banyak, penyebabnya juga ada.

Mengapa KKN berbahaya dan harus diberantas ?
  • Pertama jelas karena KKN hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu yang mempunyai kekuasaan lebih dan tidak memihak pada kepentingan orang banyak, terutama tidak memihak pada orang-orang jujur.
  • Kedua karena KKN dapat merusak sebuah mental bangsa secara berkelanjutan, kenapa ? Seperti yang ada pada alasan pertama, KKN merugikan orang-orang jujur. Dengan begitu maka banyak sekali orang di Indonesia yang “malas” menjadi orang jujur. Padahal kejujuran adalah sebuah dasar bagi sistem yang berintegritas. Seperti kata orang-orang, “Indonesia tidak kekurangan orang pintar, Indonesia kekurangan orang jujur.

Kalau kata Wang An Shih (1021-1086), seorang pembaharu China “buruknya hukum dan buruknya manusia merupakan sumber korupsi yang senantiasa berulang”

Seberapa jauh KKN berkembang di Indonesia ?

Mulai dari kalangan atas sampai bawah KKN telah menjadi hal lumrah dan terkesan menjadi rahasia umum. Pernah disuruh ibu dan kembaliannya tidak dikembalikan ? Pernah buat SIM tanpa tes ? Pernah melihat ada yang lolos tes karena orangtuanya atau sanak saudaranya panitia disana ? Pernah mencontek ? Segudang pertanyaan yang rasanya tidak akan ada habisnya.

Lalu pertanyaannya sejauh mana tingkat kepedulian masyarakat Indonesia mengenai bahaya praktek KKN ?

Coba baca artikel ini dulu https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180917122553-20-330758/bps-tingkat-anti-korupsi-masyarakat-indonesia-menurun. Gimana ? Bukannya tingkat kesadaran meningkat malah menurun, hmmm. Parah. Padahal praktek KKN bagaikan benalu bagi kemajuan bangsa kita, yang senantiasa menyerap sari-sari untuk memajukan bangsa dan negara. “Indonesia ladang kkn, hal ini telah mengakar.” Statement KKN telah mengakar menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memang masih nyata malas untuk merubah kebiasaan ini. Bahkan mungkin malah ada yang bila diberi kekuasaan berlebih dia juga akan melakukan praktek KKN.

Namun saya masih bersyukur perumpamaan yang dipakai masih “akar”. Bukankah akar masih bisa dicabut ? Memang bukan hal yang mudah untuk menuntaskan sampai ke akarnya, namun ini adalah tugas yang wajib diemban oleh seluruh bangsa Indonesia. Mungkin tidak cukup dalam kurun waktu satu generasi, mungkin butuh beberapa generasi lagi untuk bisa menuntaskannya. Yang terpenting mulai sekarang kita harus memulainya, harus ada perkembangan secara aktif maupun pasif dalam penuntasan masalah ini.

Kesadaran harus ditumbuhkan sedari dini oleh semua pihak, seluruh bangsa Indonesia. Mari kita meninggalkan warisan penjajah yang buruk bagi kita ini. Dengan meninggalkan kebiasaan KKN ini, belenggu didalam diri bangsa kita agar dapat melangkah kedepan dengan lebih tegap, lebih cepat, dan lebih tanggap akan terlepas, dan pada akhirnya impian kita menjadi negara maju akan nyata dapat terwujud. Pemerintah memang telah melakukan beberapa usaha terkait pemberantasan KKN melalui upaya preventif maupun represif namun kenyataannya masih banyak praktek KKN di lapangan. Sektor pendidikan harus lebih diperhatikan lagi.

Kalau dari kita, coba lakukan dari hal kecil yang dapat kita lakukan dalam keseharian kita. Kalau kalian pelajar coba jangan mencontek. Kelihatan sederhana namun dampaknya benar-benar terasa bagi mental bangsa kita. Masih banyak hal kecil yang dapat kita lakukan dalam membangun mental anti KKN. Kuatkan niat, lakukan dengan ketulusan. Indonesia maju, Indonesia berintegritas.

Bagaimana pembaca ? Bagaimana pendapatmu mengenai KKN di Indonesia ? Apa saja menurut kalian yang menjadi dasar terjadinya KKN ? Apa solusi dari kalian ? Mari berdiskusi di kolom komentar. Mari mencoba mengurai tali yang telah kusut ini. Oiya untuk opini tentang mencontek menyusul ya, pantau terus blog ini.

Mohon kritik & saran

Jika KKN telah mengakar, mari kita cabut akar tersebut dengan semangat pembangunan